Yuk Mengenal “Kiswah” (Penutup Kakbah)

Kiswah atau kelambu yang menjadi penutup Kakbah sudah dibuat sejak zaman Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim as. Tetapi, tidak ada catatan yang menceritakan bahwa materi pembuatan kiswah dan warnanya pada masa itu. Kemudian, atas inisiatif dan kebijakan Raja Himyar, As’ad Abu Bakr dari Yaman, Kiswah tersebut dibuat dari kain tenun.

Nabi Muhammad saw sendiri pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain tenun yang berasal dari negeri Yaman. Sementara itu, empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas. Kemudian, pada masa Kekhalifahan Abbassiyah, yaitu Khalifah al-Mahdi memerintahkan agar kiswah dibuat dari kain sutra. Khalifah al-Mahdi mendatangkan pembuatan bahan kiswah dari Mesir dan Yaman.

Kiswah terdiri dari lima bagian, empat bagian untuk menutupi empat sisi Kakbah dan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu Kakbah. Di balik kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu untuk meresap uap dari dinding Kakbah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Kakbah retak.

 

Pembuatan Kiswah


Untuk membuat kiswah diperlukan 670 kg bahan sutra, yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm. Biaya untuk membuat satu buah Kiswah sekitar Rp 50 miliar. Direktur umum pabrik kiswah, Mohammed Abdullah Pajudeh, mengatakan ada lebih dari 200 pekerja yang terlibat dalam pembuatan kiswah pada tahun 2013.

Pabrik Pembuatan Kiswah


Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah dua kalimah syahadat: Allah Jalla Jalallah, La ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah. Kemudian tertera juga surah Ali-Imran: 96, al-Baqarah: 144, al-Fatihah, serta surah al-Ikhlas. Hiasan yang berupa kaligrafi tersebut terbuat dari pintalan benang emas dan perak.

Sejak tahun 1931, Kiswah untuk menutupi Kakbah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik itu pembuatan kiswah sudah sudah dilakukan secara modern. Hingga kini, pabrik kiswah memiliki luas sekitar 10 hektar. Di dalam pabrik ini juga kita dapat melihat berkilo-kilo kain sutra, benang emas dan bahan lainnya yang digunakan untuk membuat kiswah yang indah. Diseluruh meja diruangan-ruangan pabrik, terdapat kain-kain hitam yang sedang diberi ayat-ayat Al-Quran dengan benang emas.

Untuk melihat seluruh proses pembuatan kiswah secara langsung, kita bisa mengunjungi pabrik ini. Pabrik ini dibuka untuk umum, tetapi kita harus mempunyai surat permohonan izin berkunjung yang ditujukan kepada kementerian luar negeri Arab Saudi di Jeddah.

 

 

referensi :

– Antara Mekkah dan Madinah. Jakarta : Erlangga
– http://www.pelita.or.id/baca.php?id=43647
– http://jalan2.com/city/mekkah/pembuatan-kiswah/

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 5 = 4

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>