Shalat Kita dan Kebutuhan Allah

Apakah Allah membutuhkan shalat kita?
Apakah kita pernah disuruh menyapu halaman atau membuang sampah oleh orang tua kita? jika ia, mengapa? jelas agar halaman atau lingkungan menjadi bersih. Begitupun guru kita yang meminta kita untuk rajin belajar agar kita menjadi pintar dan memiliki masa depan yang cerah. Semua permintaan di atas baik untuk kita.

Allah Swt. menyuruh kita melaksanakan shalat, karena shalat berguna bagi kita. Dengan shalat menjadikan kita menjadi pribadi yang baik, penyayang, dan optimis. Dan juga shalat menerangi hati dan menyucikan jiwa kita.

Allah akan membantu orang melakukan shalat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Nabi Muhammad saw. menyerupakan shalat dengan sungai, tempat kita membersihkan badan kita lima kali dalam sehari. Bagi yang melaksanakan shalata kan jarang sekali berbohong, mengganggu orang lain, dan berbicara buruk.

Al-Quran

Dalam surat al-Ankabut disebutkan :

shalat mencegah kekejian dan kemungkaran.

Bagaimana dengan orang yang shalat tapi masih saja berbuat dosa? berkat shalat dia sedikit demi sedikit akan menjauh dari perbuatan dosa itu dan bertobat. Di masa Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda yang melakukan shalat bersama beliau. Tapi kadang dia berbuat dosa, kemudian sebagian orang datang menemui Nabi saw, dan berkata “Wahai Rasulullah, pemuda ini kadang melakukan dosa dan maksiat” Nabi saw. bersabda :

Pada akhirnya, suatu hari nanti, shalat akan menjauhkannya dari perbuatan dosa.” 

Dan demikianlah yang terjadi. Subhanallah! Setelah beberapa waktu, pemuda itu bertobat dan berhenti melakukan perbuatan dosanya.

Allah Swt. tidak membutuhkan shalat kita. Kita lah yang membutuhkan shalat untuk mencapai kebahagiaan. Andaikan semua manusia tidak melakukan shalat, bahkan menjadi kafir sekalipun, Allah tidak akan merugi, dalam surah Ibrahim ayat 8, Al-Quran mengutip ucapan nabi Ibrahim as, 

Jika kalian dan semua orang di bumi menjadi kafir, (maka Allah tak akan merugi, karena) Dia Mahakaya dan Terpuji

Jangan lah kita lupa akan shalat seperti bunga yang tidak disiram akan layu bahkan mati, karena jika tidak melakukan shalat, jiwa kita akan menjadi gelap, sehingga kita tidak bisa lagi merasakan nikmat dari Allah Swt. 

Allah Swt. berfirman :

{15} يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ 

{16} إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ 

{17} وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

Wahai sekalian manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. (QS. Fathir: 15-17)

Allah Maha Kaya, Allah Maha Suci, Allah Maha Besar, Allah Maha segalanya. Apakah masih juga berfikir kalau Allah butuh kita? Tidak! kitalah yang membutuhkan Allah. Kalaupun kita sudah menjalankan perintahnya, apakah itu juga akan menjamin kita masuk Surga-Nya? Tidak juga. Sesungguhnya karena Rahmat dan Kasih Sayang Allah-lah yang bisa membuat kita masuk ke dalam Surga-Nya. 

Jadi, siapa yang butuh? kita atau Allah ? jelas kitalah ! 

 

 

referensi :

- Abhari, Gholamreza. 2011. Cara Pintar Mengenal Allah. Tapak Sunan Publishing House : Cirebon
- http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/10/02/27050/smart-teen-8-pastinya-kita-selalu-butuh-allah

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + = 14

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>