Aku Titipkan Beberapa Untaian Kata Untukmu

Bismillah, Aassalamu’alaikum
Alhamdulillah wa sholatu wa salam a’la Rassulillah, asyhaduanlaa illah ha illAllah wahdahulla syarikalah wa asyhadunna muhammadan abduhu wa rasulluhu.

Wahai sodaraku, sungguh surat ini ku tulis atas dasar cinta karena Allah, atas sebuah perjuangan diantara deretan-deretan debu yang menggumpal, walaupun terkadang unsurnya kering namun ketika basah sering membuat mata kita perih.

Wahai saudaraku, mungkin saat ini kita saling berjauhan, antara kita terdapat ribuan dinding-dinding pemisah yang membentang, namun karena iman, ikatan kita takan terputus oleh apapun, bukankah Allah selalu ada dihatimu? Dan hatimu selalu Engkau sandarkan kepada Allah? Maka dari itu pula Allah akan selalu mengikat hati kita.

Wahai saudaraku, bagaimanakah keadaan Engkau? Keadaan iman Engkau? Masihkah kau selalu tenteng kitab mulia itu? Masihkah selalu kau basahi pedang yang terdapat diantara keda rongga mulutmu dengan kalimat sanjungan kepada Rabb mu? Masihkah kau istiqomah dalam menegakan tiang agamamu di masjid? Di awal waktu dan diantara deretan wajah-wajah yang tidak Engkau kenal? Dan masihkah Engkau setia melihat tanah atau kedua jempol kakimu dimanapun Engkau berada? Lalu masihkah rasa malu yang mulia itu menghiasi hari-harimu? Dan masihkah dalam dirimu terdapat singa yang senantiasa menegakan kebenaran serta menerkam kemungkaran?

Wahai saudaraku, bukan daging-daging yang menutupi jasad Engkau yang aku rindukan, akan tetapi jiwa-jiwa yang ada dalam diri Engkau, yang senantiasa kokoh dijalan lurus yang terjal, yang penuh dengan batu dan duri ini. Terkadang aku menghawatirkan kalian, walau tidak sebanding dengan rasa hawatir yang justru terhadap diriku sendiri. Aku yakin Engkaupun demikian, namun tidak ada salahnya aku dan Engkau atau Engkau dan aku, atau diantara kita saling memberikan nasihat, saling mengingatkan dan saling mendoakan.

Wahai saudaraku, seandainya keimananmu sedang menurun, atau sedang futur, maka ingatlah bahwa malaikat maut tidak akan pernah menunda tugasnya meskipun itu terlambat sedetikpun. Tegakanlah tulang punggungmu, lalu bacalah apa yang telah Engkau simpan di dadamu beserta dengan kehadiran hatimu ketika manusia sedang lengah dalam kenyamanan mereka.

Wahai saudaraku disana mungkin Engkau merasakan beban yang berat ketika Engkau memegang agama yang haq ini, mungkin Engkau terasing atau bahkan Engkau dimusuhi. Akan tetapi berteguhlah Engkau, dan senantiasa ingat bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم; Ya Rasulullah صلى الله عليه وسلم, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?” Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan.” (HR. Muslim).

Wahai saudaraku ingatlah bahwa Allah ta’ala melihatmu, melihat setiap pergerakan sendi-sendi tulang yang ada ditubuhmu, serta melihat apa yang ada didalam hati dan pikiranmu. Maka malulah, malulah Engkau kepadanya, sebagaimana Engkau malu melakukan maksiat didepan umum, sehingga Engkau senantiasa menjaga matamu, karena hakikatnya Allah menciptakan mata itu bukan untuk memandang sesuatu yang mengundang api yang akan membakarmu. Dan jagalah segumpal daging dari inti tubuhmu, yang mempengaruhi seluruh tubuhmu itu, karena Allah telah menetapkannya dengan sesuatu yang telah halal.

Wahai saudaraku, janganlah Engkau menjadi seperti seekor kumbang, yang ketika mendapatkan ancaman bersembunyi dalam cangkangnya, akan tetapi jadilah seperti induk ayam, yang dengan beraninya melawan siapapun demi menjaga anak-anaknya, karena sejatinya Engkau sedang menjaga agama Allah. maka jagalah dengan segenap kemampuanmu. Karena janji Allah bahwa Allah akan menjagamu pula. Dan jadilah seekor semut yang tangguh, karena rasulullah bersabda: “Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermamfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah [dalam segala urusanmu] dan jangan sekali-kali Engkau bersikap lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kegagalan, janganlah kamu berkata: ‘seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dia kehendaki’; karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka [pintu] perbuatan syetan.”(HR. Muslim).

Wahai saudaraku, perhatikanlah waktu, sadarilah waktu, dan manfaatkanlah waktu seperti manusia memamfaatkan pohon singkong. Karena seperti sebuah pepatah bahwa, “waktu adalah pedang, jika Engkau tidak dapat memamfaatkannya dengan baik maka pedang tersebut akan menebas lehermu, akan tetapi jika Engkau dapat memamfaatkannya maka itu akan menjadi senjata yang melindungimu”.

Wahai saudaraku bersabarlah, Allah berfirman dalam surat al-ma’arij ayat 5 : “maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”, disinilah kita hidup didalam singgasana yang sangat fana, sesekali terasa sesak namun bukankah didunia ini hanya sekejap? syahwatlah yang memburamkan mata kita akan tujuan utama kita yaitu kehidupan yang abadi. Maka ingatlah bahwa Allah berfirman dalam surat an-naziat ayat 40-41: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”.

Demikianlah beberapa untaian kata yang dapat Saya rangkai, semoga ini menjadi nasehat bagi diri Saya peribadi kemudian bisa bermanfaat bagi Engkau. Semoga Allah ta’ala meluruskan niat Saya dalam menulis. Akhir kata mari kita tadzaburi surat al Hasyr ayar 10:

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ ١٠
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”

 

 

3 juli 2014
Dari: Arie Septiana
@Gedung PKM, UPI

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 6 = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>