Cara Mendapatkan Jodoh Idaman

Berbicara tentang jodoh, setiap orang pasti menginginkan jodoh yang sesuai dengan kriterianya, apakah itu cantik/ganteng, kaya, terpuji, soleh/sholehah dan keriteria lainnya. Lantas yang menjadi permasalahan bagaimanakah cara mendapatkannya?

Hal ini yang menjadi hantu yang cukup mengganggu bagi beberapa orang terutama bagi orang yang menjaga agamanya. Mengapa bisa demikian? Hal tersebut dikarenakan syetan membisikan jutaan keburukan dari setiap ketaatan yang dilakukan oleh seorang muslim/muslimah.

Sebagai contoh kecilnya, laki-laki yang melaksanakan perintah Allah dalam surat an-nur ayat 31 yaitu tentang menundukan pandangan begitu juga perempuan, setan bisiki dengan perantara teman-temanya dengan dianggap sombong atau bahkan dianggap aneh. Atau contoh lain seorang perempuan yang memakai kerudung yang lebar bahkan memakai cadar, setan bisiki dengan rasa takut bahwa tidak akan ada yang tertarik padanya, bagaimana bisa dapat jodoh wajahnya saja tidak terlihat, itulah bisikan syetan. Terlebih lagi bisikan syetan kepada orang yang tidak ikhtilat atau bercampur baur dengan lawan jenis karena menta’ati perintah Allah. Syetan bisiki dengan rasa takut bagaimana bisa dapet jodoh gaul juga engga?.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya jodoh itu Allah yang telah mengaturnya, telah tertulis sebelum kita terlahir ke dunia yang fana ini. Karenanya jodoh merupakan perkara Ghaib. Maka dari itu kenapa kita mesti takut tidak mendapatkan jodoh yang tidak sesuai atau bahkan takut tidak mendapatkan jodoh karena menta’ati Allah. Bukankah jodoh ada di tangan Allah? Padahal Allah tidak akan mendzolimi hambanya, bukankah jika Allah sayang kepada hambanya logikanya akan diberikan kepadanya yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak disayanginya. Lantas kita harus diam saja tanpa berusaha apapun, untuk menunggu jodoh kita? Jawabannya sebaiknya jangan dulu mengambil kesimpulan, selain percaya dan yakin Allah juga memerintahkan kita untuk berusaha.

Kemudian bagaimana kita berusaha sedangkan kita harus menjaga interaksi dengan lawan jenis? Maka kita jawab, bahwa perintah Allah tidak akan pernah ada yang berlawanan, usaha kita yaitu bukan dengan banyak mencari/berkenalan dengan banyak calon agar mendapatkan jodoh idaman, akan tetapi dengan memperbaiki diri. Karena janji Allah dalam surat an-nur ayat 26 bahwa laki-laki buruk jodohnya dengan perempuan buruk, sedangkan laki-laki baik jodohnya perempuan yang baik juga.

married muslim couple

ilustrasi : devianart

Maka dari itu jikalau menginginkan jodoh yang sholeh/sholehah maka kita juga harus berusaha menjadi sholeh/sholehah terlebih dahulu. Ini adalah janji Allah yang tabirnya mulai tersingkap. Karena secara naluri, bahwa laki-laki anak metal sukanya perempuan metal juga, sedangkan laki-laki anak rohis sukanya perempuan rohis juga. Terlebih lagi ungkapan dari beberapa laki-laki aktivis dakwah bahwa perempuan itu semakin lebar jilbabnya bahkan bercadar dan semkin pemalu dan menjaga maka semakin menarik pula perempuan tersebut, ibarat permen istimewa yang dibungkus dengan istimewa. Begitu juga penuturan perempuan aktivis dakwah bahwa semakin laki-laki itu menundukan pandangan dan semakin menjaga, maka semakin KERENlah laki-laki tersebut. Bahkan keduanya malah menjadi godaan iman terbesar dibandingkan laki-laki atau perempuan yang Seksi.

Lalu bagaimana cara bertemunya dengan jodoh kita kalau kita tetap harus menjaga? Maka jawabannya, Kewajiban kita hanya beriman terhadap janji Allah, bahwasanya orang yang meyakini hal Ghaib merupakan orang yang beruntung seperti halnya tertera dalam alquran yang kita semua telah hafal yaitu surat al baqoroh ayat 2-5.
Wahai saudaraku yakinlah bahwa Allah telah mempersiapkannya jodoh yang terbaik bagi orang yang selalu memperbaiki dirinya.

Demikian kasih sayang yang penulis sampaikan, semoga Allah ta’ala selalu memberikan petunjuk kepada kita semua, serta meneguhkan hati kita agar senantiasa ikhlas dan khusyu dalam beramal. Solawat serta salam kepada orang yang paling sayang kepada kita dan kewajiban kita harus menyayanginya melabihi orangtua kita bahkan diri kita sendiri, yaitu nabi Muhammad solallohu a’laihi wa salam.

 

 

@kontrakan idaman penuh cinta, Lembang
11 Oktober 2014
Penulis: Arie Septiana

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 − = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>