Binatang Pun Berbicara

Sahabat Generasi Qur’ani, punyakah kalian binatang? pernah mendengar suaranya? apakah bisa dikatakan mereka bisa berkomunikasi?
Apakah binatang bisa berbicara?

Binatang juga bisa bicara. Tentu maksudnya bukan komunikasi seperti halnya manusia. Mereka berbicara dengan sesama binatang. Kita jelas tidak mengerti apa maksud dari kicauan burung, dan suara binatang yang lainnya. Komunikasi masing-masing binatang tidak sama. Misalkan ketika lebah madu mengeluarkan bunga, ia melakukan gerakan khusus untuk memberitahu teman-temannya. Bahkan, dengan gerakan ini ia bisa menerangkan jenis dan jarak bunga itu dari sarang. Allah yang Maha Pengasih telah memberi mereka (binatang) sarana untuk menjalin hubungan sesama binatang.

Contoh lain bagaimana binatang berkomunikasi yaitu, dengan mengeluarkan bau. Semut atau mungkin rayap ketika melihat musuh di dekat mereka, mereka memberitahu rekannya dengan cara mengeluarkan bau. Dengan cara ini, mereka saling bertukar informasi tentang keadaan ratu.

Seorang ilmuwan pernah melakukan penelitian seputar suara angsa.Berikut kesimpulannya:

arti suara qar angsa

ilustrasi : http://upload.wikimedia.org

Ketika angsa-angsa bersuara terus-menerus, atau mengeluarkan suara “qar” tujuh kali berturut-turut, artinya adalah: jangan ganggu kami. Kami punya makanan dan keadaan kami baik-baik saja.
Jika angsa hanya bersuara “qar” enam kali, artinya adalah: hanya ada sedikit makanan di rerumputan. Kita makan rumput sedikit dan berjalan pelan-pelan.
Jika angsa bersuara “qar” lima kali, artinya adalah: kurangi kecepatan.
Jika angsa bersuara “qar” tiga kali, artinya adalah: pelan-pelan saja.
JIka seekor angsa ingin memberitahu bahwa dia tidak mau terbang dan hendak berjalan cepat, ia akan bersuara “qar” tiga kali, tapi dengan nada yang lebih tinggi dan tajam.
Ketika seekor anjing mendekati angsa, mereka memberitahukan kedatangan anjing kepada yang lain dengan suara “ran” satu kali.

Dari contoh-contoh di atas, Kita bisa tahu bahwa, Allah juga mengaruniakan kemampuan bicara kepada binatang. Meskipun Kita mengatakan binatang itu “bisu”, tapi sebenarnya mereka bisa berkomunikasi satu sama lain. Al-Qur’an pun menceritakan kemampuan bicara binatang. Al-Qur’an menyinggungnya dalam surah an-Naml ayat ke-18, terkait dengan perbincangan antar semut. Ketika Nabi Sulaiman mendekati sarang semut, seekor semut berkata kepada kawannya,
“Masuklah ke sarang kalian agar Sulaiman dan pasukannya tidak menginjak kalian”. Dalam ayat berikutnya, Al-Qur’an menukil bahwa Nabi Sulaiman tertawa mendengar ucapan semut itu.

Kesimpulannya adalah, mungkin kita berfikir binatang tidak bisa berbicara, tapi sebenarnya mereka bisa berbicara, dalam hal ini adalah dengan sesama mereka, bahkan berzikir kepada Allah.

 

Referensi :
– Abhari, Gholamreza. 2011. Cara Pintar Mengenal Allah. Tapak Sunan Publishing House : Cirebon

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 + 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>