KEPO Yang Baik

Bismillah,
Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Malu bertanya sesat dijalan”, dan memang kenyataannya seperti itu, lantas kalau kita tidak tahu jalan tanpa memiliki peta dan kompas pula maka kemungkinan besar kita akan tersesat. Begitu juga dengan ilmu agama, pepatah tersebut juga berlaku demikian. Kalau kita malu bertanya dalam masalah agama dan kita malas menuntut ilmu agama, maka yang ada kita akan tersesat, dan tersesat dalam agama adalah kerugian yang teramat besar didunia dan penyesalan yang teramat pedih diakhirat kelak.

Lantas ke siapa kita bertanya? Dan apakah kalau kita punya peta dan kompas juga perlu bertanya? Maka kita jawab ya kita tetap harus bertanya dan tetap membaca peta tersebut dengan jeli serta menggunakan pelengkap kompasnya. Mengapa kita mesti bertanya, karena pada hakikatnya peta terkadang petunjuknya global, terkadang ada gang-gang (jalan kecil) yang tidak tergambarkan oleh peta, dengan bertanya kita bisa mengetahui lebih detail karena orang yang sering melewati jalan tersebut pasti lebih tau seluk beluk jalan tersebut. Dan tahukah wahai saudaraku bahwa membaca peta dan menggunakan kompas itu perlu keahlian khusus, karena bagi orang awam cukup sulit. Begitu juga dalam masalah agama, peta itu ibarat Al-quran dan kompas itu As-sunnah (hadist) dan orang yang mengetahui jalan itu adalah Ulama.

Kemudian Al-Quran itu terkadang bersifat umum sedangkan As-Sunnah itu penjelas, seperti halnya kewajiban sholat dalam alquran tidak dijelaskan berapa raka’atnya namun dirincikan oleh hadits berapa roka’atnya begitu juga banyak hukum lainnya, namun memang banyak juga dalam alquran yang tidak perlu dirincikan lagi, atau sudah jelas perintahnya. Adapun kenapa kita mesti bertanya kepada ulama, bukankah kita sudah punya alquran dan assunnaah? Maka kita jawab, ya harus kenapa demikian karena para ulama sebagian besar waktunya digunakan untuk menela’ah alquran dan hadist. Maka mereka lebih mengetahui seluk beluk hukum yang ada di alquran dan assunnah, terlebih Allah ta’ala memerintahkan kita untuk bertanya kepada para ulama:

“fas aluu ahladlikri in kun tum laa ta’lamun”

Terjemahnya maka bertanyalah kepada ahli dzikir (ahli ilmu/ulama) jika kamu tidak mengetahui. Maka tidaklah cukup hanya membaca Al-quran dan As-Sunnah (hadits) hanya dengan baca terjemahan saja, akan tetapi bacalah kitab-kitab para ulama-ulama khibar seperti karya Imam Syafi’i, imam Ibnu Qudamah dan lain-lain. Kita dapati telah banyak kitab mereka telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Adapun jika baca buku terlalu berat, maka mulailah dari baca artikel-artikel asatidzah kita. Seperti di link: www.konsultasisyariah.com. Mereka menulis dengan sangat ilmiyah dan menukil dari kitab2 ulama khibar.

Adapun Saya sangat menghimbau, untuk menanyakan sesuatu atau mencari sesuatu dari mesin browsing, janganlah di google, saya tekankan hanya untuk info tentang agama, karena di google tercampur semua web-web yang bisa jadi menyesatkan. Dan alhamdulillah ada mesin pencari yang insyaAllah ada proteksinya, sehingga ketika kalau kita mencari sesuatu tentang agama akan aman dan ilmiyah insyaAllah, dan kita bisa merujuk ke sumber-sumber yang dinukil, yaitu alamatnya: www.yufid.com.

Demikianlah wahai saudaraku, demi Allah tulisan ini adalah bentuk rasa sayang dan kehawatiran dari penulis. Maka ingatlah, arah tujuan yang harus kita sampai kepadanya yaitu surga memerlukan bekal yang banyak, baik itu ilmu dan amal. Sedangkan, penggelincirnya juga sangat banyak terutama tshubhat-tsubhat yang menyesatkan. Dan setan lebih menyukai manusia terkena tsubhat daripada bermaksiat. Karena orang yang bermaksiat mengakui bahwa itu dosa akan tetapi orang yang terkena tsubhat menganggap bahwa dia diatas kebenaran. Maka dari itu cara terhindar dari tsubhat tersebut yaitu dengan ILMU SYAR’I (ilmu Agama), maka marilah senantiasa menuntut ilmu syar’i karena dalam hadist riwayat muslim yang intisarinya bahwa barang siapa yang menuntut ilmu syar’i maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.

 

@Cibogo, Lembang 29 Muharom 1436 H
Arie Septiana

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 + = 11

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>