Sebab Kita Diuji Allah Swt

Pernahkah sahabat-sahabat kehilangan barang kesayangan seperti motor, dompet, laptop, handphone atau mungkin perhiasan? dimana barang-barang tersebut harganya cukup mahal?. Yaps! Allah swt sedang menguji Kita. Bukankah apa yang baik menurut Kita belum tentu baik menurut Allah?. Allah swt menguji Kita bukan hanya dalam bentuk kehilangan benda yang Kita miliki, Allah menguji Kita juga bisa dengan mendatangkan penyakit dan musibah, ntah itu banjir, tsunami, gempa bumi dan longsor.

Allah dalam surah Al-Mulk ayat 2 berfirman:

Dia-lah yang telah menciptakan hidup dan mati, untuk menguji manakah di antara kalian yang beramal lebih baik. (QS. Al-Mulk:2)

Tahukah Kamu, bahwa ketika membeli lampu, si penjual menghubungkannya dengan listrik terlebih dahuluuntuk dilihat apakah lampu itu menyala atau tidak?
Tahukah Kamu, penjual balon selalu meniup balon sebelum dijual, agar tahu apakah balon tersebut berlubang atau tidak?

Dan Tahukah Kamu, bahwa universitas mengetes/menguji para calon mahasiswanya untuk mengetahui siapa yang lebih layak melanjutkan studi di universitas tersebut?

Ujian bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, dengan cara inilah seseorang/golongan mampu mengetahui dan membandingkan nilai serta kualitas dari sesuatu atau seseorang. Ujian dilakukan karena keterbatasan pengetahuan Kita.

Ilmu Kita sebagai manusia tentu berbeda dengan ilmu Allah. Kita awalnya tidak tahu apapun, kemudian setelah melakukan ujian, Kita baru tahu. Namun, Allah swt. mengetahui segala sesuatu. Sebab itu Dia tidak memerlukan ujian seperti halnya Kita sebagai manusia.

Imam Ali berkata,

“Setiap orang yang tahu, awalnya tidak tahu apa pun dan harus belajar untuk tahu. Tapi Allah tidak bodoh dan juga tidak diajari selain-Nya.”

Allah menguji manusia agar setiap kita dapat menentukan apakah jalan yang Kita lalui baik atau sebaliknya, buruk. Dengan demikian kelak nanti diakhirat, tidak ada yang berdalih di hadapan Allah dengan mengatakan, andai Engkau mengujiku ketika di dunia, niscaya Aku akan melakukan amal baik.

Sayidina Ali berkata,

“Meski Allah lebih mengenal hamba-hamba-Nya ketimbang mereka sendiri, tapi Dia menguji mereka dengan harta dan anak, agar perbuatan-perbuatan yang diganjar dengan surga atau neraka bisa terlihat.”

Sebab lain Kita diuji adalah agar Kita bisa berkembang dalam menghadapi ujian. Seperti halnya atlet, sebagai contoh atlet Taekwondo. Bagaimana kerasnya mereka berlatih untuk mendapatkan juara. Setiap hari mereka dilatih “Sabeum” (pelatih) mereka. Jika dalam kurun waktu tertentu saja mereka tidak berlatih, maka kelenturan dan kekuatan kaki mereka akan melemah. Begitupun dengan ujian, semakin Kita diuji dan sukses, maka jiwa Kita akan menjadi bersih dan kuat.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + = 11

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>