Allah Menjadi Tua?

Jika kita dari waktu ke waktu semakin bertambah umur, semakin menua, bukan berarti Allah juga seperti Kita ikut menua. Dalam bahasan kali ini generasiqurani.com ingin berbagi sebuah tulisan yang membahas tentang Allah yang Mahakuat dan Mahamampu, sehingga Allah tidak akan menua, layaknya Kita sebagai manusia yang fana, lemah dan bisa menua. Tulisan ini diambil dari sebuah buku yang sangat luar biasa, dengan judul Cara Pintar Mengenal Allah, oleh Gholamreza Haidari Abhari.

Apakah Allah belum tua sampai sekarang?
Kehidupan Kita memiliki beberapa tahap. Tahap pertama kehidupan Kita adalah masa kanak-kanak. Di tahap ini Kita cenderung untuk bermain dan bersenang-senang dan banyak hal di dunia ini yang tak bisa Kita pahami. 
Tahap remaja dimulai setelah berakhirnya masa kanak-kanak. Tubuh Kita bertambah tinggi dan suara Kita juga sedikit berubah.

Setelah masa remaja, Kita menginjak masa muda. Dan juga pada tahap ini kekuatan jasmani Kita bertambah. Kita tak lagi usil dan nakal seperti masa kanak-kanak. Di tahap inilah Kita masuk Universitas dan berfikir untuk lebih maju. Di tahap ini, tinggi tubuh Kita kian bertambah dan kurang lebih menyamai tinggi tubuh ayah dan ibu Kita. Memilih pasangan hidup dan menikah dilakukan pada tahap ini

Dengan berakhirnya masa muda, Kita sampai ke masa dewasa. Di masa ini, Kita mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Kita mendidik anak-anak Kita, dan dari berbagai sisi, menjadi semakin kuat. Terakhir, Kita sampai ke masa tua. Di masa tua, kekuatan jasmani kita berkurang. Kita tak lagi bisa mengangkat barang berat dan melakukan pekerjaan yang menguras tenaga. Sebagai gantinya, akal Kita semakin matang. Kita lebih banyak menggunakan akal dan memberikan pengalaman hidup Kita kepada orang lain.

Dari semua penjelasan di atas, kamu pasti paham bahwa masa tua tiba setelah masa kanak-kanak, masa remaja, dan masa muda, dan masa dewasa. Makhluk yang menjadi tua, adalah yang sebelumnya telah melewati masa kanak-kanak, masa remaja, masa muda, dan masa dewasa. Jika Kita mengatakan bahwa Allah tua, berarti Dia pernah menjadi anak, yang kemudian tumbuh menjadi remaja, lalu pemuda, dan kemudian, orang dewasa. Tentu saja ini tidak benar.

Kita, manusia, menjadi lebih sempurna di tiap tahap kehidupan. Tapi, Allah tidak pernah memiliki kekurangan, hingga dia menjadi kian sempurna dengan berlalunya waktu. ilmu dan kekuatan-Nya tidak pernah berkurang. Dari sisi manapun, Allah tidak sama seperti manusia. Dalam surah al-Ikhlas disebutkan, Allah tidak dilahirkan. Artinya, Dia tak seperti manusia yang dilahirkan ibu, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja, muda, dan dewasa sebelum menjadi tua. 

 

Referensi :
– Abhari, Gholamreza. 2011. Cara Pintar Mengenal Allah. Tapak Sunan Publishing House : Cirebon

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 + = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>